Home | Article

EXPO DAN SEMINAR “LEAN AND FLEXIBLE MANUFACTURING CONCEPT”

by Admin on 2016-06-28 15:05:53

KENISCAYAAN INDUSTRI MANUFAKTUR

 Lean and flexible manufacturing concept (FMC)  adalah  keniscayaan untuk industri manufaktur dewasa ini.  Konsep ini  sangat cocok untuk kebutuhan industri  dalam mencegah  pemborosan dan meningkatkan efisiensi suatu produksi.   Bisa dikatakan, konsep FMC  merupakan salah satu  jawaban jitu  untuk berkompetisi  industri di Indonesia.

Mengapa? Faktanya saat ini ,  negara kita harus berhadapan dengan kesepakatan  MEA (Masyarakat Ekonomi ASEAN) sejak  akhir tahun 2015 lalu.  Konsekuensinya, industri di Indonesia dituntut untuk mampu bersaing  karena arus barang dari negara ASEAN bebas masuk ke  Indonesia.  Apalagi produk-produk dari Negara Cina terus membanjiri  Indonesia  dengan harga yang lebih murah dan kualitas yang lebih  baik.

Dari sisi internal di Indonesia sendiri, tantangan pun beragam. Para pelaku industri  harus melakukan langkah efisiensi antara lain berkaitan dengan tuntutan para pekerja dengan UMK (Upah Minimum Kabupaten) yang naik setiap tahunnya. Sektor industri  pun  dituntut melakukan peningkatan kapasitas  Human Resources (HR),  sehingga sumber daya manusia yang bekerja sesuai dengan  kemajuan dan temuan teknologi  terkini.

Karena pentingnya konsep tersebut,  maka PT Meta Atmi Didactic (MAD), EROWA dan ATMI segera memperkenalkan secara intens dan komprehensif tentang penerapan dan aplikasi  lean and  flexible manufacturing  concept  dalam  EXPO & SEMINAR – “ LEAN AND FLEXIBLE  MANUFACTURE “ pada tanggal 10-11 Agustus 2016  di  Cikarang Techno Park  yang dihadiri Direktorat Jenderal Industri Logam, Mesin, Alat Transportasi, dan Elektronika.  .

Dalam EXPO & SEMINAR ,  inovasi teknologi terbaru  dari EROWA  dari Switzerland  bersama dengan mesin-mesin CNC berteknologi tinggi (hi-tech) akan  diperkenalkan dengan lengkap dan mendalam.  Informasi yang  lengkap dan aplikatif akan  disampaikan  oleh  para narasumber  yang ahli serta para  praktisi  yang telah mengoperasikan konsep ini dalam industri manufaktur.

Dalam Expo dan Seminar itu akan dibuka  oleh Direktorat Jenderal  Industri Logam, Mesin, Alat Transportasi dan Elektronika Kemenperin :  I Gusti Putu Suryawirawan.  Selain itu acara akan dihadiri oleh  tokoh-tokoh industry yaitu Johan Tamsir,  Founder of Cikarang Techno Park (CTP) , Stephan Neeser, CEO Erowa Ag serta  Sudirman  MR, Tokoh Industriawan dari ASTRA Internasional.

Pembicaranya  pun dari kalangan praktisi dan ekskekutif industry  seperti  Pongki Prabowo, Direktur PT Astra Daihatsu Motor,  Erlan K. Direktur PT Fuji Technika  Indonesia   dan  Makoto Takahashi , Ketua IMDIA (ASOSIASI MOLD & DIES  INDONESIA). Pembicara utama adalah Bimo Hartanto,  yang sudah berpengalaman mempraktekkan konsep ini secara nyata dan konsisten.

Dengan mengikuti kegiatan EXPO dan SEMINAR, perspektif bisnis  pelaku usaha akan diperkaya dan proses produksi  pelaku industry dan manufaktur akan lebih efisien   sampai  50 persen.

 

Tags: Expo , Seminar 2016, Cikarang , Jawabarat , Expo 2016, Manufacture

RELATED ARTICLE